Oleh : Renny Marito Harahap, S.Pd
Saat
ini pemerintah serius mempersiapkan pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke
Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Targetnya semua
proses pembangunan ini akan tuntas pada tahun 2045. Kita saksikan dan dengar, pemerintah
menyatakan akan melibatkan pihak asing dalam proyek pembangunan ibukota baru
ini. Akankah hanya demi mendapat pengakuan dunia dan hanya untuk dipuji dunia.
Masyarakat
justru menganggap peran besar asing itu akan memberikan peranan besar untuk
mereka melakukan kepentingan tersendiri di negeri ini. Semakin besar pengaruh
asing di seluruh lini kehidupan, maka semakin besar pula pengaruh dominasi mereka.
Termasuk pembangunan ibukota, mulai pemasok bahan, konsultan, pimpinan produksi
hingga sebagai pelaksana proyek.
Memang
Sang Presiden pernah menjelaskan alasan menempatkan tiga tokoh asing sebagai dewan pengaruh pembangunan ibukota
baru itu. Tiga tokoh tersebut adalah Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed,
CEO SoftBank Son, dan eks Perdana
Inggris Tony Blair. Mereka berpengalaman sangat baik di bidang pembangunan kota. Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman menjelaskan, keterlibatan pihak asing ini untuk mempersiapkan Indonesia menjadi Forest City. Sebab ditargetkan nantinya ibukota baru di Kalimantan akan meniru London. Namun dibalik itu, tokoh seperti Mohamed bin Zayed memastikan negaranya sudah menyiapkan dana US$22,8 miliar
untuk berinvestasi di Indonesia tercinta ini. Tentu kita paham kan 'tidak akan
ada makan siang yang gratis'.
Lalu, apa kerugian bila melibatkan pihak asing, terutama dalam hal sebesar ini? Dapat ditebak! Pengambilan keuntungan, intervensi asing, penjajahan politik
ekonomi, hingga dapat kehilangan sebuah kedaulatan.
Sebagaimana firman Allah Swt, "kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada
umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita dan pemberi peringatan"
(QS Saba: 28).
Tentu tujuan dakwah ini demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin, serta keagungan Islam dan menutup jalan dominasi kafir. Sebagaimana firman
Allah Swt, "dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada
orang-orang kafir untuk menguasai orang
mukmin (QS Annisa: 141).
Editor : Wannajmi Aisyi



