Taklim
Jurnalistik- Seminar ini dipegang penuh oleh komunitas Taklim Jurnalistik.
Seminar dilaksanakan via online melalui media komunikasi Whatsapp Grup
dikarenakan pandemi Covid_19 yang masih menghalangi peserta seminar untuk
tatap muka. Peserta seminar sebagian besar mahasiswa dari berbagai daerah di
nusantara.
Mengisi waktu
luang di rumah aja biasa dilakukan dengan berbagai hal yang bermanfaat. Seperti
yang dilakukan oleh Komunitas Taklim Jurnalistik dengan mengadakan seminar
online nasional. Seminar ini dapat membantu masyarakat untuk tetap produktif
selama masa pandemi covid_19.
Seminar yang
diselenggarakan pada Sabtu 5 September 2020 telah diikuti peserta dari
berbagai daerah di nusantara. Seminar ini tidak hanya membahas seputar
jurnalistik. Di awal seminar Rizki Lesus selaku pembicara menjelaskan pentingnya
menulis dan membaca. Pembicara mengatakan bahwa melalui chat “Membaca dan
menulis merupakan dorongan Al-quran, maka tak heran kalau membaca dan menulis
menjadi budaya dalam keseharian para pendahulu kita, para ulama, para ilmuan,
dan para tokoh-tokoh besar sepanjang zaman” tulisnya(5/9).
Selain itu Rezki
juga mengaitkan kepentingan membaca dan menulis dengan kutipan dari beberapa
ulama dan tokoh besar seperti Imam Nawawi, Muhammad Hatta, dan beberapa tokoh
lainnya. Jadi sebenarnya tujuan menulis tidak semata-mata hanya untuk mencari
pemasukan namun bias sebagai penyalur hobi, bentuk dari tadabbur alam, dan
refleksi diri terhadap kehidupan sehari-hari.
Seminar berjalan
dengan baik dengan respon positif dari partisipan seminar. Hal itu terlihat di
akhir seminar beberapa respon yang dikirim peserta sangat baik. Nia Mardiah
salah satu peserta menulis komentar “sebelumnya terimakasih seminarnya sangat
bermanfaat” tulisnya.
Terdapat satu
kutipan yang saya sukai dari pembicara yaitu “Teko hanya mengeluarkan isi teko”
ungkapan itu seakan membuat saya sadar bahwa apa yang kita masukkan/peroleh
maka itu yang akan kita hasilkan. Dan selama yang lita masukkan/peroleh itu
baik dan bermanfaat hasil yang didapatkan akan baik dan bermanfaat pula.
Reporter: Siti Aulia Umami (Sulawesi)



