Asa
Sebenarnya ada asan tak asan yang mendalam
dalam hidup atau rasaku. Karena mendalamnya jadi ndak terlihat di keseharian
atau mungkin gerak-gerikku.
Kekhawatiran itu toh tenggelam di antara
tetesan air mata kala shalat bertakbir, bahkan terkubur dalam hati yang
membuatnya mati rasa pada kegerunan itu.
Rasa itu barangkali hanya nampak pada
lamunanku
Rasa itu nampak seperti kegalauan akan
cinta Tuhan, atau mungkin Tuhan yang galau padaku sehingga kurasakan itu di
dalamku.
Aku resah, berkecamuk sekarang. Karena
menyatakannya dalam tinta ini. Bila kah Tuhan membuatku galau lagi seperti ini?
Aku ingin terus merasakan kegalauan ini pada Tuhan, karena kegalauan adalah
bukti cinta Tuhan yang mestinya kuterima lapang dada. Karena asan tak asan
adalah rasa Tuhan kepadaku agar ku bisa merakan kehadiran Tuhan dalamku.
Ya Allah Ya Qariib, Ya Da'watad Da'iy,,
Inni Qariib, Inni Qariib, Allahumma Inni As'alukal Hudaa wat Tuqaa wal 'Afaafa
wal Ghinaa was Sadaad. wa Shallaahu 'Alaihi wa Sallam, wal Hamdulillaahi Rabbil
'Aalamiin..
Makassar, 16 September 2020
Keheningan,
Tuhan.
Keheningan,
Metamorfosa cinta Tuhan
dan
Melalui mulut-mulut manusia lah kadangkala
Tuhan
Menyampaikan kebenaran
ke dalam hati hamba-hamba-Nya.
Keheningan,
Tempat memahami dan merenungi kebenaran
Tuhan
Olehnya itu,
Menepilah sejenak di kala malam menyelimuti
alam
Menyingsinglah dari riuh hiruk pikuk
keributan
Kala itu,
Mintalah pada Tuhan agar kebenaran itu
Menjadi suatu bagian dari badan
yang menggerakkan badan
yang tertanam dalam pikiran dan harapan
Sehingga langkah selalu tertuju hanya
kepada cinta Tuhan. 🌕💫🍃🌌
Makassar, 16 September 2020



