Amalan-Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan

Hot News

Hotline

Amalan-Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan

 

Foto oleh Gabby K dari Pexels

Oleh: Anis*

Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi setiap umat muslim. Meski singkat, amalan yang akan didapat bila dilakukan di bulan mulia ini sangatlah istimewa. Oleh sebab itu seorang muslim, jangan sampai melewatkan momen di bulan yang mulia ini, bulan yang penuh dengan ampunan dan kesempatan terbaik untuk bertaubat.

Bagi wanita yang mengalami haid di bulan Ramadan, haram hukumnya untuk berpuasa. 

Lantas apa saja yang bisa dilakukan muslimah yang sedang haid agar bisa mendulang pahala di bulan suci ini?

Wanita haid pun tetap bisa mendekatakan diri kepada Allah dengan melakukan amalan saat haid di bulan Ramadan. Walaupun banyak larangan-larangannya, Allah SWT tentunya memberikan kemudahan bagi hambanya. Allah SWT memberikan kemudahan kepada wanita yang tidak bisa melakukan ibadah-ibadah penting selama bulan Ramadan, diantaranya:

 

1.      Berdzikir

Amalan saat haid di bulan Ramadan yang bisa dilakukan wanita yang pertama adalah berdzikir. Perbanyak mengingat asma Allah, mengucapkan berbagai kalimat thayyibah.

 

2.      Berdoa

Selama dalam keadaan haid, wanita tetap diperbolehkan berdoa, perbanyak meminta ampunan. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

 

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

 

3.      Mendengarkan lantunan Al-Qur’an

Mendengarkan lantunan Al-Qur’an merupakan amalan saat haid di bulan Ramadan yang bisa dilakukan wanita. Allah SWT berfirman :

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat,” (QS. Al-A‘raf [7]: 204).

 

4.      Bersholawat

Sholawat adalah bukti cinta kepada Allah dan rasul-nya Muhammad SAW maka perbanyaklah sholawat karena tidak ada larangan bersholawat untuk wanita yang sedang haid.

 

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦

 

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

 

5.      Bersedekah

Memperbanyak sedekah bisa dengan berbagai cara. Mulai dari memberi santunan kepada fakir miskin, anak yatim hingga hanya menebar senyuman kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :

“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta dan tidaklah pemberian maaf itu kecuali ditambah kemuliaan oleh Allah dan tidaklah seseorang tawadhu karena Allah, kecuali Dia akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim).

 

6.      Tholabul 'ilmi (menuntut ilmu)

Tidak ada larangan bagi wanita yang sedang haid dalam menuntut ilmu, maka perbanyaklah menghadiri majelis-majelis ilmu dan mendengarkan tausiyah.

 

7.   Berdakwah

Berdakwah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah meskipun sedang haid. Allah SWT berfirman :

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran [3]: 110).

 

8.   Bersilaturahmi

Bersilaturrahmi merupakan amalan mudah yang bisa dilakukan wanita ketika dalam keadaan haid. Bersilaturahmi dengan saudara, teman, dan kerabat bisa menambah pahala dan membuka pintu rezeki sesama umat. Bersilaturahmi bisa dilakukan dengan mengunjungi kerabat, bertemu teman, atau melakukan kegiatan sosial.

 

9.   Menyiapkan Sahur dan Berbuka untuk Orang yang Berpuasa

Menyiapkan menu sahur dan berbuka juga berpahala dan diperbolehkan bagi wanita haid.

 

Wanita yang sedang haid tetap bisa meraih pahala di bulan Ramadan dengan mengamalkan amalan-amalan tersebut, terutama di malam 10 hari terakhir Ramadan, agar meraih malam Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al-Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

 Rasulullah SAW bersabda :

"Carilah Lailatulqadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan" (H.R. Bukhari).


*Penulis adalah aktivis dakwah
Editor: MN. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.