Kondisi Afganistan dan Narasi Perang Melawan Terorisme

Hot News

Hotline

Kondisi Afganistan dan Narasi Perang Melawan Terorisme

 

(gambar ilustrasi. Foto oleh Asim Alnamat dari Pexels.com)

Oleh: Siti Atikah Latifah (Aktivis Muslimah)

Akhir-akhir ini kelompok Taliban di Afganistan banyak menjadi sorotan atas kemenangannya dan menguasai sebagian besar wilayah Afganistan. Kemenangan Taliban juga mulai mendapat pengakuan banyak pihak termasuk Amerika Serikat.

Meski kemenangan Taliban ini telah mendapat pengakuan, namun terus diopinikan agar waspada pemanfaatan situasi ini oleh kelompok radikal. Di Indonesia misalnya Detasemen Khusus (Densus 88) Polri mengungkapkan adanya dampak terhadap Indonesia dari kemenangan kelompok Taliban. Setelah menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan, Polri menyebut kemenangan Taliban bisa memicu ketertarikan kelompok-kelompok radikal di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabag Ban Ops Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar. Aswin awalnya memaparkan kondisi Afghanistan sejak 1980-an, yang merupakan tempat berlatih para teroris, termasuk dari Indonesia (detiknews.com).

Pakar terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib juga mengatakan kemenangan Taliban ini bisa memicu semangat kelompok radikal untuk mendirikan negara Islam. Mulanya, Ridlwan menjelaskan bahwa kemenangan Taliban ini sekaligus menjadi kekalahan ISIS. Selain itu, Taliban sedari dulu memang menolak ISIS yang menciptakan daulah sendiri.

"Taliban tidak setuju dengan ISIS yang menciptakan daulah sendiri, karena itu mereka tidak akan mengijinkan ISIS tumbuh di Afganistan," katanya kepada wartawan. Kemenangan Taliban ini menurut Ridlwan tidak akan secara langsung membuat gerakan terorisme di Indonesia menjadi lebih kuat. Namun kemenangan Taliban bisa menginspirasi kelompok radikal untuk menciptakan negara Islam. "Secara langsung tidak, tapi spirit atau semangat untuk menciptakan negara Islam tentu bisa termotivasi," tuturnya (detiknews.com 19/8/2021).

Pernyataaan dari pihak-pihak yang menganggap bahwa kemenangan Taliban akan berpengaruh terhadap kelompok radikal yang menginginkan penegakan negara Islam semakin menegaskan bahwa ada upaya mengopinikan agar masyarakat harus terus waspada terhadap kelompok radikal, sebuah kelompok yang menginginkan tegaknya negara Islam melalui jalan kekerasan. Inilah bukti nyata perang global melawan teror tidak lain adalah perang global melawan setiap geliat penerapan syariat Islam secara formal.

Islam dan umat Islam ditempatkan sebagai pihak tertuduh sekaligus sebagai korban utamanya. Semua propaganda dan istilah yang disematkan pada Islam dan umatnya seperti terorisme, radikalisme, ekstremisme. Inilah pemahaman yang diinginkan oleh Barat terhadap Islam sehingga ada dari kalangan tokoh agama dan juga para intelektual memiliki pandangan sebagaimana pemahaman Barat.

Jadi perjuangan yang dilakukan oleh Taliban harus disikapi berdasarkan sudut pandang Islam yang benar sesuai syariat Islam. Narasi terorisme, radikalisme yang dikaitkan dengan kemenangan Taliban ini justru akan memuncukan islamofobia di tengah-tengah masyarakat, dan ini sengaja terus diopinikan oleh Barat untuk menghambat kebangkitan Islam dan kaum muslimin.

Narasi yang terus diopinikan Barat, bisa jadi ini adalah bagian dari keresahan Barat akan kekalahan mereka karena selama ini menjadi negara adidaya dan kemenangan Islam tentunya akan mempengaruhi peta perpolitikan dunia termasuk Barat.

Oleh sebab itu, penting bagi kaum muslimin memahami dengan benar kemana arah perjuangan Taliban saat ini apakah penerapan Islam kaffah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw ataukah masih berada di bawah kendali kafir penjajah yang justru semakin jauh dari syariat Islam. Sejatinya umat Islam jangan mudah termakan propaganda yang dilancarkan para penjajah dan sekutunya yang menjadikan umat terpecah belah termasuk antar kelompok Islam. Allah swt berfirman, "Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya". (QS : At-taubah: 32)

Kebangkitan Islam dan penerapan Islam secara kaffah akan terwujud di tengah-tengah umat ketika umat mengikuti metode yang dicontohkan Rasulullah saw. Allah saw berfirman, “Apa saja yang Rasul bawa maka ambillah. Apa saja yang dia larang, maka tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sungguh Allah amat keras hukumannya.” (QS Al Hasyr: 7).

Ada tiga metode yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dalam berdakwah menegakkan daulah Islam di Madinah di antaranya : Pertama, tahap pembinaan. Pada tahapan ini beliau memberikan pendidikan kepada masyarakat agar menyatu dengan Islam, terbebas dari akidah yang rusak, pemikiran yang salah dan pemahaman yang keliru serta pengaruh ide-ide dan pemikiran yang menyesatkan umat. Kedua, tahap penyebaran dakwah di tengah-tengah masyarakat. Dan yang ketiga, tahap diraihnya kekuasaan untuk menerapkan sistem Islam.

Jadi, perjuangan dakwah yang dilakukan umat Islam adalah mengubah pemikiran di tengah-tengah masyarakat sehingga umat memiliki kesadaran akan pentingnya diatur dengan syariat Islam secara kaffah dan wajibnya menegakkan Islam dalam bingkai daulah khilafah. Islam bukanlah ancaman bukan pula perusak kedamaian tetapi ia adalah rahmat bagi seluruh alam. Inilah metode shahih yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, dilanjutkan para Khulafaurrasyidin dan para khalifah setelahnya yaitu kekhilafahan Umayyah, Abbasiyah hingga berakhir pada masa Utsmaniyah.

Umat Islam harus meyakini dan menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Allah swt dan dicontohkan Rasulullah saw didalam Al-qur'an dan As-sunnah. Allah SWT berfirman, "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nuur [24] ayat 55).

Begitu juga dengan Taliban sebagai pemangku kekuasaan di Afganistan saat ini, jika benar-benar menginginkan kemerdekaan yang hakiki, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti perjuangan penegakkan Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Jadilah penolong agama Allah yang mampu mempersatukan umat di seluruh dunia.


Editor: Tim DP


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.