Oleh: Siti
Atikah Latifah (Aktivis Muslimah)
Akhir-akhir
ini kelompok Taliban di Afganistan banyak menjadi sorotan atas kemenangannya
dan menguasai sebagian besar wilayah Afganistan. Kemenangan Taliban juga mulai
mendapat pengakuan banyak pihak termasuk Amerika Serikat.
Meski
kemenangan Taliban ini telah mendapat pengakuan, namun terus diopinikan agar
waspada pemanfaatan situasi ini oleh kelompok radikal. Di Indonesia misalnya
Detasemen Khusus (Densus 88) Polri mengungkapkan adanya dampak terhadap
Indonesia dari kemenangan kelompok Taliban. Setelah menguasai sebagian besar
wilayah Afghanistan, Polri menyebut kemenangan Taliban bisa memicu ketertarikan
kelompok-kelompok radikal di Indonesia.
Hal
tersebut diungkapkan oleh Kabag Ban Ops Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin
Siregar. Aswin awalnya memaparkan kondisi Afghanistan sejak 1980-an, yang
merupakan tempat berlatih para teroris, termasuk dari Indonesia (detiknews.com).
Pakar
terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib juga mengatakan
kemenangan Taliban ini bisa memicu semangat kelompok radikal untuk mendirikan
negara Islam. Mulanya, Ridlwan menjelaskan bahwa kemenangan Taliban ini
sekaligus menjadi kekalahan ISIS. Selain itu, Taliban sedari dulu memang
menolak ISIS yang menciptakan daulah sendiri.
"Taliban
tidak setuju dengan ISIS yang menciptakan daulah sendiri, karena itu mereka
tidak akan mengijinkan ISIS tumbuh di Afganistan," katanya kepada wartawan.
Kemenangan Taliban ini menurut Ridlwan tidak akan secara langsung membuat
gerakan terorisme di Indonesia menjadi lebih kuat. Namun kemenangan Taliban
bisa menginspirasi kelompok radikal untuk menciptakan negara Islam. "Secara
langsung tidak, tapi spirit atau semangat untuk menciptakan negara Islam tentu
bisa termotivasi," tuturnya (detiknews.com 19/8/2021).
Pernyataaan
dari pihak-pihak yang menganggap bahwa kemenangan Taliban akan berpengaruh
terhadap kelompok radikal yang menginginkan penegakan negara Islam semakin
menegaskan bahwa ada upaya mengopinikan agar masyarakat harus terus waspada
terhadap kelompok radikal, sebuah kelompok yang menginginkan tegaknya negara
Islam melalui jalan kekerasan. Inilah bukti nyata perang global melawan teror
tidak lain adalah perang global melawan setiap geliat penerapan syariat Islam
secara formal.
Islam
dan umat Islam ditempatkan sebagai pihak tertuduh sekaligus sebagai korban
utamanya. Semua propaganda dan istilah yang disematkan pada Islam dan umatnya
seperti terorisme, radikalisme, ekstremisme. Inilah pemahaman yang diinginkan
oleh Barat terhadap Islam sehingga ada dari kalangan tokoh agama dan juga para
intelektual memiliki pandangan sebagaimana pemahaman Barat.
Jadi
perjuangan yang dilakukan oleh Taliban harus disikapi berdasarkan sudut pandang
Islam yang benar sesuai syariat Islam. Narasi terorisme, radikalisme yang
dikaitkan dengan kemenangan Taliban ini justru akan memuncukan islamofobia di tengah-tengah
masyarakat, dan ini sengaja terus diopinikan oleh Barat untuk menghambat
kebangkitan Islam dan kaum muslimin.
Narasi
yang terus diopinikan Barat, bisa jadi ini adalah bagian dari keresahan Barat
akan kekalahan mereka karena selama ini menjadi negara adidaya dan kemenangan
Islam tentunya akan mempengaruhi peta perpolitikan dunia termasuk Barat.
Oleh
sebab itu, penting bagi kaum muslimin memahami dengan benar kemana arah
perjuangan Taliban saat ini apakah penerapan Islam kaffah sebagaimana yang
dicontohkan oleh Rasulullah saw ataukah masih berada di bawah kendali kafir
penjajah yang justru semakin jauh dari syariat Islam. Sejatinya umat Islam
jangan mudah termakan propaganda yang dilancarkan para penjajah dan sekutunya
yang menjadikan umat terpecah belah termasuk antar kelompok Islam. Allah swt
berfirman, "Mereka berkehendak
memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah
tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang kafir
tidak menyukainya". (QS : At-taubah: 32)
Kebangkitan
Islam dan penerapan Islam secara kaffah akan terwujud di tengah-tengah umat ketika
umat mengikuti metode yang dicontohkan Rasulullah saw. Allah saw berfirman, “Apa saja yang Rasul bawa maka ambillah. Apa
saja yang dia larang, maka tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah.
Sungguh Allah amat keras hukumannya.” (QS Al Hasyr: 7).
Ada
tiga metode yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dalam berdakwah menegakkan
daulah Islam di Madinah di antaranya : Pertama,
tahap pembinaan. Pada tahapan ini beliau memberikan pendidikan kepada
masyarakat agar menyatu dengan Islam, terbebas dari akidah yang rusak,
pemikiran yang salah dan pemahaman yang keliru serta pengaruh ide-ide dan
pemikiran yang menyesatkan umat. Kedua,
tahap penyebaran dakwah di tengah-tengah masyarakat. Dan yang ketiga, tahap diraihnya kekuasaan untuk
menerapkan sistem Islam.
Jadi,
perjuangan dakwah yang dilakukan umat Islam adalah mengubah pemikiran di tengah-tengah
masyarakat sehingga umat memiliki kesadaran akan pentingnya diatur dengan
syariat Islam secara kaffah dan wajibnya menegakkan Islam dalam bingkai daulah
khilafah. Islam bukanlah ancaman bukan pula perusak kedamaian tetapi ia adalah
rahmat bagi seluruh alam. Inilah metode shahih yang telah dicontohkan oleh
Rasulullah saw, dilanjutkan para Khulafaurrasyidin dan para khalifah setelahnya
yaitu kekhilafahan Umayyah, Abbasiyah hingga berakhir pada masa Utsmaniyah.
Umat
Islam harus meyakini dan menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Allah
swt dan dicontohkan Rasulullah saw didalam Al-qur'an dan As-sunnah. Allah SWT
berfirman, "Dan Allah telah berjanji
kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang
saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi,
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan
sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk
mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka
berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan
tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap)
kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS
An-Nuur [24] ayat 55).
Begitu
juga dengan Taliban sebagai pemangku kekuasaan di Afganistan saat ini, jika
benar-benar menginginkan kemerdekaan yang hakiki, tidak ada jalan lain kecuali
dengan mengikuti perjuangan penegakkan Islam sebagaimana yang telah dicontohkan
oleh Rasulullah saw. Jadilah penolong agama Allah yang mampu mempersatukan umat
di seluruh dunia.
Editor: Tim DP



